Temu Ilmiah Nasional V – Peran Psikologi Forensik dalam Penerapan Restorative Justice and Viktimology

Kasus perkara pidana tidak hanya melibatkan orang dewasa, melainkan juga melibatkan anak-anak. Dalam kasih-kasus perkara pidana di Indonesia, memang telah terdapat tatanan instrumen hukum yang mengatur prosedur formal yang harus dilalui dalam proses peradilan. Namun, dalam praktik hukum suatu sistem formil tersebut sering digunakan sebagai alat represif bagi mereka yang terlibat sebagai atribut penegak hukum tanpa memperhatikan kepentingan si korban dan pelaku. Pemenuhan kerugian korban belum tentu dapat dipenuhi dengan cara hanya melakukan penjatuhan pidana terhadap pelaku. Oleh karena itulah mengapa diversi khususnya melalui konsep Restorative Justive yang merupakan suatu pendekatan yang lebih menitikberakan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri.

Maka sebagai bentuk kepedulian pada penegakan keadilan hukum, kami APSIFOR Bali mengadakan Temu Ilmiah V Asosiasi Psikologi Forensik Himpunan Psikologi Indonesia dengan sasaran akademisi bidang psikologi, Mahasiswa psikologi, Psikolog, Praktisi / Aparat hukum, dan Masyarakat umum.